Buruh kembali banjiri Jakarta, tuntutan mereka masih serupa: tolak upah murah dan jaminan sosial. Setidaknya, setahun ini buruh sudah beraksi lebih dari 2 kali, sebelum Hari Buruh dan sesudahnya. Mereka datang menaiki puluhan bus yang relatif mewah.
Apakah ada indikasi ditumpangi kepentingan pihak tertentu atau kepentingan politik? Anggota Komisi IX Poempida Hidayatullah berpendapat berbeda. Menurutnya, sangat jarang aksi buruh ditumpangi kepentingan politik.
"Gerakan buruh dapat dikatakan sebagai suatu gerakan yang independen. Hampir sangat sulit dijadikan tunggangan politik. Hal ini dikarenakan apa yang mereka tuntut selalu relevan dengan berbagai basis kebutuh esensial mereka," ujar Anggota Komisi IX Poempida Hidayatullah kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (5/9/2013).
Poempida juga melihat tuntuntan buruh pun tidak berbasis tuntutan politis dan selalu berputar pada masalah kesejahteraan buruh saja. Terkait buruh yang mampu menyewa bus mewah seharga Rp 2,6 juta per hari, politisi Golkar itu menuturkan buruh mampu menyewa karena memiliki punya dana khusus.
"Karena serikat pekerja atau buruh itu memiliki mekanisme iuran. Iuran yang dikumpulkan dari jumlah anggota yang sangat banyak," jelasnya.
Poempida yakin demo buruh yang intensitasnya kian meningkat bersih dari kepentingan politik. "Kalau ada pesan politis itu ceritanya lain," ujar Poempida.
Pantauan Liputan6.com, para buruh itu datang ke Bundaran HI, menggunakan bus-bus besar. Diperkirakan ada sekitar 100 lebih bus mengangkut puluhan ribu buruh itu.
Tak tanggung-tanggung ketika menuju tempat lokasi berdemo, para buruh menyewa bus-bus yang relatif mewah. Salah satunya bus Arjuna Samba. Bus berwarna hijau yang mampu menampung sebanyak 59 penumpang itu memiliki fasilitas yang lumayan 'wah'.
Fasilitas Mewah
Fasilitas Mewah
Hendra (36) salah satu sopir bus Arjuna Samba yang mengangkut para buruh dari kawasan industri Cikarang membeberkan beberapa fasilitas mewah bus.
"Di bus ini sih ada TV layar datar 2 unit, bisa karaoke juga. Ada toilet, joknya juga bisa diatur, dan full AC," kata Hendra saat beristirahat di kawasan Monas, Jakarta.
Lanjut Hendra, sebanyak 24 bus mewah Armada Samba telah disewa buruh untuk menuju tempat lokasi berdemo. "Armada bus Arjuna Samba sendiri pada hari ini telah disewa para buruh sebanyak 24 bus. Kita ngangkut buruh-buruh itu dari pool kita di Cikarang. Kebanyakan sih buruh-buruh yang bekerja di Cikarang."
Sementara itu, untuk harga sewa bus Arjuna Samba dalam sehari sekitar Rp 2,6 juta. Artinya, dengan 24 bus mewah yang disewa, setidaknya para buruh merogoh kocek minimal Rp 62,4 juta. Belum bus-bus lainnya. Setidaknya ada 100 bus lebih yang mengangkut para buruh, dengan fasilitas dan harga yang beragam.
"Kalau harga dari bos sih segitu yang saya tahu. Itu nyewanya seharian, Mas. Kalau jaraknya jauh sih bisa lebih harganya. Itu tergantung bos saja, saya cuma setirin kan," jelas Hendra.
Hendra menambahkan, bus mewah yang dikendarainya ini sudah 2 kali disewa buruh ke lokasi demonstrasi di Jakarta.
"Yang saya tahu mereka baru 2 kali ini nyewa bus Arjuna. Saya kan nganterin juga pas tanggal 1 Mei tuh waktu rame-rame demo buruh, baru deh sama sekarang," tutup Hendra. (Rmn/Mut)
home
Home
Post a Comment