TANGERANG, SNOLKemenangan versi quick count pasangan Arief Wismansyah-Sachrudin di Kota Tangerang dan pasangan Iti Jayabaya-Ade Sumardi di Kabupaten Lebak mengubah peta politik Banten.
Kemenanga kedua pasangan pada Pilkada kedua wilayah 31 Agustus lalu menempatkan Partai Demokrat (PD) menjadi satu-satunya pesaing Partai Golkar dalam menguasai 8 kota/kabupaten di Provinsi Banten.
Di Kota Tangerang, pasangan Arief Wismansyah-Sachrudin unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Lembaga Survei Kebijakan Publik (LSKP). Pasangan nomor urut 5 ini memperoleh 48,04 persen suara. Jauh unggul dibandingkan empat lawannya yakni, pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar Zulkarnaen yang memperoleh 5,69 persen, pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad yang meraih 26,74 persen, pasangan Dedi “Miing” Gumelar-Suratno Abubakar mendapat 17,54 persen, dan pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Supriyanto mendapat 2,15 persen.
Di Pemilukada Kabupaten Lebak, berdasarkan quick count Saeful Mujani Research Consulting (SMRC), pasangan Iti Octavia Jayabaya-Edi Sumardi yang diusung Partai Demokrat unggul jauh dengan memperoleh 60,55 persen. Disusul pasangan Amir Hamzah-Kasmin yang diusung Golkar mendapat 36,24 persen dan Pepep Faisaludin-Aang Rasidi meraih 3,21 persen.
Terkait jagoan usungannya yang berhasil menang di dua Pemilukada di Kota Tangerang dan Lebak, Plt Ketua DPD Demokrat Provinsi Banten, Aeng Haerudin menyambut gembira.
“Meski suara itu masih bersifat sementara, kami tetap puas karena berkat kerja dan dukungan semua pihak pasangan calon yang kami usung memenangkan Pemilukada,” kata Aeng kepada Satelit News, Minggu (1/9).
Pria yang juga Ketua DPRD Provinsi Banten ini mengajak kepada seluruh pengurus dan simpatisan partai untuk mengamankan perhitungan surara di tingkat KPPS hingga KPU.
Kepada pasangan calon yang terpilih, Aeng berharap dapat merealisasikan program-programnya pada saat kampanye. “Kami juga minta pasangan calon yang menang merangkul pasangan calon yang tidak menang. Kami juga yakin tidak ada putaran kedua, baik di pemilukada Lebak maupun Kota Tangerang,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah enggan berkomentar banyak terkait kekalahan jagoan yang diusung Partai Golkar di Kota Tangerang dan Lebak. Wakil Bupati Serang ini justru meminta kepada seluruh kader, pengurus dan simpatisan untuk mengawal penghitungan real count di KPU masing-masing wilayah.
“Kita ikuti saja penghitungan oleh KPU dengan tertib. Kemudian jaga terus solidaritas di internal Partai Golkar,” kata Tatu melalui pesan singkatnya yang diterima Satelit News, Minggu (1/9).
Sebelumnya, hampir semua kepala daerah di Banten dikuasai calon yang diusung Partai Golkar. Yakni Airin Rachmi Diany Kota Tangerang Selatan, Ahmed Zaki Iskandar di Kabupaten Tangerang, Wahidin Halim di Kota Tangerang, Tb Haerul Jaman di Kota Serang, A Taufik Nuriman di Kabupaten Serang, Erwan Kurtubi di Kabupaten Pandeglang dan Tb Iman Ariyadi di Kota Cilegon. Termasuk Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah juga calon yang diusung Partai Golkar. Satu-satunya daerah yang dipimpin oleh bukan usungan Partai Golkar adalah Kabupaten Lebak, yakni Mulyadi Jayabaya yang diusung PDI Perjuangan.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten bakal mengumumkan hasil rekapitulasi suara sekaligus menetapkan pemenang Pilwakot Tangerang pada 6 September 2013 mendatang.
Ketua KPU Kabupaten Lebak, Agus Sutisna menyatakan, pleno rekapitulasi suara di tingkat KPU akan dilakukan pada tanggal 8 September mendatang.
Sumber : Satelitnews
home
Home
Post a Comment