Setiap kali menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal pada 2013, pemerintah melalui Kementerian Agama selalu menggelar sidang isbat setiap tahunnya.
Sidang isbat yang mengundang berbagai Organisasi Massa (Ormas) Islam tersebut ternyata tidak mengeluarkan uang dalam jumlah sedikit. Dalam sekali penyelenggaraan sidang menelan sekira Rp163 juta.
"Biaya sidang itsbat penentuan awal Syawal 1434 H dibebankan kepada Ditjen Bimas Islam tahun anggaran 2013 sebesar Rp163 juta," ujar Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, Ahmad Izzuddin, di Jakarta, Rabu (7/8/2013).
Namun, Ahmad tidak menyebutkan secara rinci terkait penggunaan dana tersebut.
Sebelumnya, alokasi dana untuk sidang itsbat penentuan awal Ramadan dikabarkan menelan biaya hingga Rp9 miliar. Namun, hal itu cepat dibantah Menteri Agama Suryadharma Ali. Dia mengatakan sidang isbat tersebut hanya menghabiskan biaya Rp142.478.000. Itu pun digunakan untuk biaya makan peserta sidang.
Dengan begitu, pemerintah telah menghabiskan dana Rp305.478.000 untuk menggelar sidang itsbat penentuan 1 Ramadan dan penentuan 1 Syawal 1434 Hijriah.
Sekedar diketahui, Kementerian Agama, mengundang 200 orang yang terdiri dari berbagai unsur yakni Tim Hisab Rukyat, Ahli Falak, Pakar Astronomi, Organisasi Kemasyarakatan Islam, BOSCHA ITB, LAPAN, Planetarium, BMKG, Geospasial, Duta Besar Negara Islam dan instansi lainnya terkait yang memiliki kemampuan untuk menentukan 1 Syawal.
Sementara dari unsur Ormas, pun diundang Kementerian Agama mengundang 35 ormas. Seperti Persis Jakarta, PP Muhammadiyah, PBNU, Dewan Masjid Indonesia, Jamiyatul Al Washlitah, DPP Al Mathlaul Anwar, Perhimpunan Al Irsyad, Syarikat Islam, PERTI, LDII, PP UI Pusat, dan lain sebagainya.
home
Home
Post a Comment